Showing posts with label Otosugesti. Show all posts

Menanamkan ‘Empowering Belief’ ke dalam diri sendiri

Ada dua kategori manusia, yakni manusia yang berhasil dan manusia yang gagal. Yang pertama sedikit jumlahnya, yang kedua sangat banyak. R...


Ada dua kategori manusia, yakni manusia yang berhasil dan manusia yang gagal. Yang pertama sedikit jumlahnya, yang kedua sangat banyak. Rata-rata manusia adalah orang-orang yang gagal. Mereka gagal mengoptimumkan kecakapan, gagal menampilkan performa terbaik, gagal meraih apa yang mereka inginkan—jika mereka mempunyai keinginan.

Orang-orang yang gagal dan orang-orang yang berhasil sama-sama memiliki belief, keyakinan, sesuatu yang menjadi landasan mereka menjalankan fungsi sebagai manusia. Orang-orang yang berhasil memiliki belief—biasa disebut empowering belief—yang mendorong mereka meraih keberhasilan. Orang-orang yang gagal memiliki belief—biasa disebut limiting belief—yang mendorong mereka berhasil di dalam meraih kegagalan.

Kedua belief tersebut, baik empowering belief maupun limiting belief—sama-sama bekerja dan sama-sama berhasil mewujudkan apa yang menjadi keyakinan orang.

Empowering belief adalah keyakinan yang memberi anda kekuatan untuk terus-menerus meningkatkan diri dan mewujudkan apa yang anda yakini.

Limiting belief adalah keyakinan yang menghambat, menghentikan, dan mengekang kemampuan anda untuk mewujudkan situasi yang lebih baik di dalam kehidupan yang anda jalani. Limiting belief memerangkap anda ke dalam situasi tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa-apa, dan gagal menjadikan diri lebih baik.

Teknologi pikiran, apa pun jenisnya dan apa pun prosedurnya, selalu berangkat dari pernyataan simpel berikut ini: “Manusia adalah apa yang ia pikirkan tentang dirinya sendiri.”

Dengan kata lain, anda adalah apa yang anda pikirankan. Situasi anda selalu sesuai dengan apa yang anda pikirkan. Nasib baik dan nasib buruk anda berangkat dari apa yang terus-menerus anda pikirkan—dari keyakinan yang ada di dalam benak anda.

Émile Coué (1857–1926), psikoterapis dari Perancis, pioner dalam terapi otosugesti, menggunakan prinsip tersebut di dalam menangani pasien-pasiennya. Kepada para pasiennya, Coué selalu mengawali percakapan dengan mengatakan: “Penyakit anda, Tuan/Nyonya, makin menjadi-jadi karena anda sepanjang waktu memikirkannya.”

Dalam terapi Coué, pasien didorong untuk menanamkan pemikiran baik kepada diri sendiri dan tentang diri sendiri. Mereka dibawa ke dalam situasi khusyuk untuk mengalami hal-hal yang menyenangkan, yang membuat mereka pada akhirnya mampu menanamkan kesadaran diri yang baru: “Every day, in every way, I am getting better and better.”

Anda bisa mengubahnya dalam bahasa Indonesia menjadi “Setiap hari, dalam semua hal, aku semakin membaik dan terus-menerus membaik.” Atau “Setiap hari, dalam segala hal, aku semakin sehat, semakin sehat.” Atau terserah dengan kalimat apa anda akan merumuskan kalimat otosugesti anda.

Coué  membantu pasien-pasiennya menyembuhkan diri dengan cara seperti itu. Setiap malam menjelang tidur dan pagi hari begitu bangun tidur, mereka diminta mengucapkan berulang-ulang kalimat itu. Dua puluh satu hari adalah waktu yang cukup untuk membuat kesadaran baru itu mulai berakar di dalam kesadaran anda.

Setelah itu, tentu saja anda perlu menanamkan kesadaran baik sepanjang hidup. Kita tidak perlu menunggu punya masalah lebih dulu untuk mulai menanamkan kesadaran baik ke dalam benak kita sendiri.

Dalam metode penanganannya, Milton Erickson sering sekali menyampaikan sugesti: “Aku senang berkawan dengan orang-orang yang mampu mempertahankan pemikiran-pemikiran besar mereka. Itu pemikiran yang akan membawa mereka mengalami hal-hal besar, menikmati hal-hal menakjubkan di dalam kehidupan yang mereka jalani.”

Jika anda mau, anda bisa memulainya sekarang juga. Anda adalah apa yang anda pikirkan tentang diri sendiri. Tentu saja saya tidak bisa melarang jika anda ingin membuat otosugesti sebaliknya dari yang disarankan Coué: “Setiap hari, dalam segala hal, aku adalah orang yang celaka, dan semakin celaka, dan terus-menerus celaka.”

Terapi dengan Prosedur Otosugesti

| A.S. Laksana |  Otosugesti merupakan pendekatan terapetik yang sangat bermanfaat untuk membantu pasien mengatasi masalahnya, baik fisik ...

| A.S. Laksana | 

Otosugesti merupakan pendekatan terapetik yang sangat bermanfaat untuk membantu pasien mengatasi masalahnya, baik fisik maupun emosi. Dengan teknik ini, yang anda lakukan mula-mula adalah memberi bukti nyata kepada orang yang anda tangani bahwa penyebab masalahnya tidak lain adalah pikirannya sendiri. Tidak peduli apa pun masalah yang diidap oleh pasien anda, ia selalu bermula dari pikiran.

Katakan itu dengan tegas kepada pasien anda. Maksud saya, tegas di sini tidak perlu anda lantas bertindak seperti inspektur upacara. Santai saja dalam menyampaikannya tetapi anda terdengar yakin dengan apa yang anda sampaikan.

Pasien akan meyakini kebenaran kalimat anda karena anda memberinya pengalaman riil untuk membuktikan hal ini. Berikut ini adalah cara untuk membuktikan ucapan anda:
  1. Mintalah pasien untuk mengangkat kedua tangannya lurus ke depan dan menangkupkan kedua telapak tanganya. Boleh ia melakukannya dengan mata terbuka atau tertutup.
  2. Mintalah ia memperkuat tangkupan tangannya.
  3. Mintalah ia membuka telapak tangannya itu tetapi dengan pikiran bahwa telapak tangannya tidak bisa dibuka.
  4. Beri tahu ia agar mencoba sekuat-kuatnya membuka tangkupan telapak tangan itu, dan tetap dengan pikiran bahwa ia tidak bisa membukanya.
  5. Setelah ia berusaha beberapa waktu dan gagal, sekarang mintalah pasien untuk mengubah pikirannya bahwa telapak tangannya bisa dibuka.
  6. Dengan mengubah pikiran, ia akan bisa membuka tangkupan kedua telapak tangannya dengan mudah.

Sebelum anda menerapkannya kepada orang lain, silakan anda sendiri melakukannya. Untuk setiap teknik, akan lebih baik sekiranya anda mengujinya sendiri sebelum membawakannya ke orang lain. Sekarang luruskan tangan anda ke depan dan tangkupkan kedua telapak tangan kuat-kuat. Berusahalah membukanya dengan pikiran bahwa telapak tangan itu tidak bisa dibuka.

Saya tahu anda gagal membukanya. Jika anda berhasil, itu karena anda mengubah pikiran anda dari tidak bisa menjadi bisa membukanya.

Ada beberapa orang yang saya tangani berhasil membuka telapak tangan itu setelah berkutat beberapa waktu untuk membukanya. Kepada mereka saya tanyakan, “Oh, aneh, kenapa kau bisa membukanya?”

“Tadinya susah sekali, tetapi saya kemudian berpikir untuk bisa membukanya.”

Itu jawaban salah satu pasien yang bisa mewakili jawaban orang-orang lain yang berhasil membuka tangannya. Kalimat mereka tentu saja bervariasi, tetapi intinya seperti itu.

“Pantas, karena itu kau berhasil membukanya. Jadi yang bekerja adalah pikiranmu, bukan apa yang kukatakan. Sekarang coba lagi, tetapi dengan pikiran tidak bisa membukanya.”

Untuk kali kedua, orang-orang yang semula bisa membuka telapak tangannya pasti tidak berhasil membukanya.

Ini cara yang simpel namun efeknya sangat kuat. Dan ini cara paling mudah untuk membuktikan kebenaran salah satu prinsip hipnosis: “Ketika keinginan dan imajinasi berlawanan, imajinasi yang menang.”

Dengan memberi pengalaman nyata kepada pasien, yang membuatnya meyakini kekuatan pikiran, maka peluang anda terbuka lebar-lebar untuk membantunya mengatasi masalah dengan teknik-teknik otosugesti yang anda instruksikan kepadanya. Teknik ini betul-betul mudah dibawakan. Dan, sialannya, selalu berhasil membantu pasien mengatasi masalah mereka. Anda tahu, orang akan percaya ketika ia membuktikan sendiri melalui pengalamannya. 

Jadi, silakan membuktikannya. Tangkupkan kedua tangan anda dan berusahalah membuka dengan pikiran bahwa itu tidak bisa dibuka. Tulisan ini saya sajikan kepada teman-teman untuk memperjelas gambaran mengenai Pelatihan Otosugesti yang akan saya gelar tanggal 5 Mei 2012. Kepada teman-teman yang sudah mendaftar, kita ketemu untuk mendalami teknik ini sampai tuntas.

Salam,
A.S. Laksana