| Oleh: A.S. Laksana | Sepanjang kariernya sebagai hipnotis, Milton Erickson selalu meyakini bahwa pikiran bawah sadar adalah gudang pengeta...

Bagaimana Hipnotis Memanfaatkan Bawah Sadar Pasien

4:48 PM A.S. Laksana 0 Comments

| Oleh: A.S. Laksana |

Sepanjang kariernya sebagai hipnotis, Milton Erickson selalu meyakini bahwa pikiran bawah sadar adalah gudang pengetahuan. Di sana tersedia seluruh sumberdaya yang diperlukan bagi pasien untuk membereskan masalahnnya. Terapi, baginya, adalah upaya untuk membantu pasien agar mampu menjangkau dan memanfaatkan sumberdaya yang mereka miliki, yaitu seluruh pengetahuan yang berasal dari pengalaman sepanjang hidup, yang mereka lupakan atau tidak pernah mereka gunakan sebelumnya. Dalam setiap sesi hipnotik, Erickson biasa memberikan pemahaman kepada para pasiennya mengenai kelengkapan sumberdaya dan bagaimana bawah sadar menyimpan rapi seluruh pengetahuan yang mereka dapatkan melalui pengalaman hidup mereka.

Ia akan menjelaskan, misalnya, bagaimana bawah sadar bekerja. Inilah salah satu cara Erickson menjelaskan kepada pasiennya gagasan tentang bawah sadar:

“Anda bisa tidur secara fisiologis, berbaring telentang, dan anda bisa bermimpi bahwa pada saat itu anda sedang berjalan-jalan di suatu tempat mungkin sendirian mungkin bersama teman anda. Anda bisa mencium harum bunga-bunga, mendengarkan suara burung, merasakan angin dingin bertiup, dan bercakap-cakap dengan teman anda. Semuanya benar-benar seperti pengalaman nyata karena pikiran bawah sadar kita mengelaborasi pengalaman itu semua dalam mimpi. Kenyataan sesungguhnya adalah anda tidur nyenyak di ranjang anda, dengan bantal dan selimut.

"Dalam mimpi ini anda mungkin duduk-duduk di bangku taman. Sementara pada saat yang sama sesungguhnya yang anda lakukan adalah menggeliat atau membalikkan tubuh di atas kasur. Tetapi dalam mimpi anda sedang menyandarkan punggung di bangku taman. Kuncinya di sini adalah pikiran bawah sadar anda bisa menyatukan kenyataan bahwa anda berbaring di atas kasur dengan gambaran-gambaran mental yang berasal dari ingatan-ingatan anda terhadap apa-apa yang anda cerap dari pengalaman keseharian.”

Dalam penjelasan semacam itu, ia menawarkan sebuah pembicaraan yang akan membuat pasien tertarik pada ide-ide, ingatan, pemahaman, atau konsep mimpi dan realitas. Anda bisa membuat penjelasan tentang apa saja, misalnya pengalaman seseorang melamun di teras, melihat dirinya sedang berada di suatu tempat lain, sendirian atau bersama orang lain, dan semuanya begitu jelas, membangkitkan perasaan tertentu, padahal pada saat itu ia saat itu sedang berada di teras. (Baca: Memanfaatkan Perilaku Ideosensori dalam Terapi)

Saat pasien berhadapan dengan ini semua, mereka bisa mengembangkan pemahaman, sebab memang begitulah yang kenyataannya. Setiap hari mata anda melihat benda, manusia, dan apa saja di sekitar anda. Dalam tindakan melihat itu, sebenarnya yang anda lakukan adalah menangkap gambaran visual mereka semua. Ketika anda nanti mematikan komputer anda, anda masih akan bisa melihat bagaimana layar komputer anda menyala dan anda membaca buku ini. Itu karena anda menyimpan gambaran dan ingatan visual atas apa saja yang anda lihat. Anda bisa memproyeksikan ingatan itu dalam bentuk lamunan atau mimpi.

Pemahaman atas proyeksi ingatan ini penting untuk memahami hipnosis, di mana perhatian orang hanya tertuju pada gagasan. Ini yang membedakan kondisi hipnosis dan kondisi sadar. Dalam kondisi sadar, ketika anda membaca tulisan ini, perhatian anda tertuju pada realitas. Sambil membaca, anda tetap menyadari situasi di sekitar anda. Anda duduk di kursi anda, di sebuah ruangan, mungkin sesekali ada orang melintas, dan sebagainya. Anda bisa membaca dan tetap memberi perhatian pada sejumlah hal.

Dalam kondisi hipnosis, anda juga memberikan perhatian tetapi itu hanya perhatian pada ide-ide tertentu. Sekarang, jika seseorang menanyakan kepada anda apa warna pakaian yang anda kenakan di hari ulang tahun ke-5 anda, anda akan menganggap itu pertanyaan yang tidak penting. Bagaimana anda bisa mengingat warna pakaian yang anda kenakan waktu itu? Itu sudah lama berlalu dan apa gunanya? Anda tak mungkin bisa menjalankan “tugas” semacam ini karena kesadaran anda tidak mampu menjangkaunya.

Namun, dalam kondisi hipnotik, subjek terbuka pada gagasan tersebut dan bisa menerimanya. Hipnotik pada dasarnya adalah situasi di mana kita bisa menerima gagasan-gagasan dan menafsir nilai-nilai dan arti pentingnya. Subjek bisa menerima atau menolak sebuah gagasan tetapi bisa merespons gagasan tersebut sejalan dengan pengetahuan eksperiensialnya. Kondisi ini memungkinkan orang untuk menjangkau apa yang jauh, yang dilupakan oleh bawah sadar, dan bisa jadi sangat diperlukan. Dengan cara itulah hipnotis memanfaatkan bawah sadar untuk membereskan masalah yang dihadapi hari ini oleh subjek.***

Bacaan terkait: Pengetahuan Eksperiensial dalam Hipnosis

0 comments: